Begitulah sejarah perjalanan anak manusia, mengalir bersama waktu, kecil ia menangis dipangkukan ibunya, begitu lemahnya.. Kemudian terus ia tumbuh dewasa tegak berjalan.. hingga akhirnya kembali lemah tak berdaya, dan berpisah dengan dunia yang fana adanya. “Kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah yang maha mengetahui yang gaib dan yang nyata, dalu dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”(Al-Jumu’ah).
Setiap manusia didunia ini tentu melewati sejarah dirinya. Yang paling menarik dari siklus penuh keajaiban tersebut adalah masa muda, sebuah fase kekuatan diantara dua kelemahan, yaitu kelemahan masa kanak-kanak dan kelemahan masa tua, tidakkah kita merenungkan Firman Allah, ;” Dialah Allah, yang menciptakanmu dari keadaan lemah, kemudian sesudah lemah itu Dia menjadikanmu kuat, kemudian sesudah kuat itu Dia menjadikanmu kembali lemah dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dikehendaki-Nya dan dialah yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa”.(Ar-rum: 54)
Masa ini penuh dengan vitalitas tinggi, semangat , impian, khayalan dan emosi yang meluap, sehingga banyak orang mengatakan :”Masa muda adalah masa yang penuh dengan kegilaan Bukan aku tak tahu apa yang seorang pemuda zaman ini telah lewati, aku pernah disana dan mengamati sungguh betapa kebanyakan mereka tak dapat lagi melihat marka jalan yang memandu mereka sampai tujuan, walhasil mereka tersesat jauh hingga mendekati jurang dan kemudian terperosok kedalamnya.
Seorang pemuda pernah berkata, aku ingin mencari jati diri dan kebahagiaan, aku rasa ia terletak pada musik, minuman dan permainan, aku selami hal itu hingga ke dasarnya namun tak kudapati kecuali rerongsokan kapal yang telah hanyut didalam lautan kegelisahan, aku tetap mencari. Aku rasa kebahagiaan itu ada pada hura-hura dan pergaulan bebas tanpa batas, aku ikuti alirnya hingga aku sadar ia hanyalah jalan menuju kehancuran. Kuambil kembali sajadahku, kubentangkan ia dan aku tersungkur, Ya Allah, inilah hambamu yang telah kembali. Kumohon jangan kau bakar aku di Neraka-Mu kelak.
Seorang pemuda putri pernah bertutur mengiba, oooh Tuhan…. Hidupku hancur kini,dikota ini aku sendiri, awalnya aku hanyalah seorang pemudi yang berasal dari desa yang penuh suka cita, kehidupan kota telah membuatku merana, awalnya pergaulanku disini ku anggap bahagia, aku habiskan waktu bersama teman, laki-laki dan perempuan, setiap hari mereka hembuskan sihir-sihir kenakalan, awalnya aku sangka itulah kepuasan, hingga seonggok janin bersemayam dalam tubuhku, aku tak tahu milik siapa itu, ingin aku bunuh janin itu, namun terasa ketika itu hatiku mulai takut kepada Tuhan, aku rasa ia telah membuka hatiku untuk sadar “bahwa dosa harus dihentikan sebelum berbuah dosa lainnya”. Aku rawat anakku sendiri itu dan aku terima nasibku sebagai wanita yang dipandang hina didunia ini, aku bertaubat kepada Allah dan terus berharap agar ia menukarkan kehinaanku didunia ini -yang aku sadari akibat kesalahanku sendiri- dengan kemuliaan didalam surganya di akhirat nanti, ya..Disurga bersama anakku yang kuingin ia menjadi petunjuk jalan bagi manusia, akan aku didik ia menjadi ulama, Ya Allah perkenankanlah…..
Kar’na kita tak pernah tahu kapan dan dimana kita akan mati









humm,,, semoga masa mudaku ngga ancur …
MaSA MUDAKU TAK PERNAH KUSIA-SIAKAN..KARENA AKU TAHU PERJALANAN HIDUP MASA MUDAKU DIPIMPIN PADA JALAN KEBENARAN. JALAN KEBENARAN ITULAH YANG KU DAPAT DARI PENDIDIKAN ORANG TUA, BANGKU SEKOLAH SAMPAI AKU DAPAT MELIHAT CAHAYA KEBENARAN ITU.
MASA MUDAKU KUTETAP BERJALAN PADA JALAN AGAMAKU AKHIRNYA SETELAH HARI KETAANKU TERMAKAN USIA AKU TETAP MELANGKAH ATAS KUASA PIMINANNYA.
AKHIRLAH TIBAH SAAT AKU HARUS KEMBALI KEPADANYA, DENGAN KEYAKINAN PENUH DIA MENYAMBUTKU DAN DIA BERKATA: SILAHKAN MASUK ANAKKU TEMPATMU TELAH KUSEDIAHKAN, KARENA MASA MUDAMU ENGKAU BERJALANAN PADA JALAN KEBENARAN AGAMU…TAKUT AKAN ALLAHMU DAN MENURUTNYA PERINTAHNYA DISINILAH TEMPAT YANG AMAN DAN TENTERAM SURGA ADALAH BAHAGIAN DARI KEHIDUPANMU.