Sungguh islam kini terdiskreditkan dari berbagai sisi oleh media yang ternyata sangat jelas memusuhi agama yang indah ini sejak awal. ‘Karena nila setitik rusak susu sebelanga’, apalagi jika nila tersebut disebar luaskan oleh alat yang namanya media yang saat ini dikuasai oleh musuh-musuhnya. Sehingga manusia dunia tidak mampu lagi memandang islam secara obyektif.
Namun ternyata Allah punya cara tersendiri untuk memenangkan agamanya. Semakin banyak perbincangan miring tentang Islam, maka semakin banyak pula orang-orang cerdas diluar Islam yang penasaran terhadap Islam. Masa sih benar Islam itu akan merubah seorang menjadi radikal dan sebagainya?! Akhirnya mereka mengkaji Islam dari sumbernya dan mereka tidak temukan itu semua kecuali dari perilaku secuil dari pengikutnya. Mereka cukup cerdas untuk menyimpulkan bahwasanya perilaku keliru sebagian kecil-sangat kecil-pemeluk Islam tersebut tidak menjelaskan apa-apa mengenai hakikat Islam. Mereka terus mengkaji Islam, hingga mereka sampai kepada sebuah kesimpulan bahwasanya Islam adalah sebuah kebenaran. Kebenaran yang selama ini mereka hina, Kebenaran yang seandainya mereka mengetahuinya sejak dulu tentu mereka akan menemukan berbagai jawaban dari segala problema yang mereka hadapi. Mereka tersungkur, bersujud memohon ampun. Air mata mengalir lembut dipipi-pipi mereka yang “kembali”. Dengan tarbata-bata karena getaran iman yang luar biasa menguasai jiwa mereka, mereka ucapkan “Asyhadu an Laa Ilaha Illallah, Wa Asyhadu anna MuhammadarRasulullah”. Mereka kini putera-puteri Islam. Mereka singsingkan lengan baju untuk bergerak menorehkan titnta dalam lembaran baru bangkitnya peradaban terbaik. “Peradaban Islam“. ALLAHU AKBAR
Kholid Abu Sholih bertutur kepada kita :
Ada banyak faktor yang amenyebabkan hal tersebut. Dan mukadimah dai faktor-faktor ini adalah karena al-Haq (kebenaran) lah yang selalu menjadi kekuatan Islam, dan karena semua prinsip-prinsip dasar akidah didalam islam relevan dangan akal dan tabiat manusia, serta ia memiliki kemuliaan dan daya tarik serta pesona. Yang mana hal tersebeut tidaklah dibahas oleh orang yang jujur tentang kebenaran melainkan ia akan menerimanya.
Ambillah sebuah contoh yakni akidah tauhid! Dan perhatikanlah bagaimana ia mengangkat kemuliaan manusia dan bagaimana ia mengangkat kemuliaan manusia dan bagaimana ia membebaskan akal kita dari ketundukan kepada hal-hal yang khurafat, serta bagaimana ia mampu memberikan persamaan hak antar manusia, karena pencipta mereka satu sedangkan mereka semuanya adalah hamba-hamba Rabb Pencipta segala sesuatu.
Keimanan kepada Allah merupakan sumber ilham atau inspirasi yang tertinggi, sumber keberanian yang menghilangkan rasa takut, dan sumber kedamaian serta ketenangan, dan keimanan kepada kehidupan yang lain setelah kematian. Itu semua tentu akan merubah pandangan kita tentang kehidupan. Sehingga kehidupan dunia ini tidaklah menjadi tujuan utama kita. Dan kita akan mengerahkan sebagian besar aktifitas kita untk meraih kebahagiaan di akhirat.
Keimanan kepada akhirat akan mengajak manusia untuk meninggalkan semua kemaksiatan, karena kebaikan-kebaikan itu sendiri adalah jalan menuju kenikmatan yang abadi, disaat kita tidak memetik buah dari kemaksiatan melainkan ia adalah perhiasan yang akan lenyap dan binasa dari dunia ini.
Dengan keyakinan bahwa setiap orang akan mendapatkan balasan dari setiap amalannya dia saat ia diperiksa di Hadapan Maha Raja Pemilik kekuasaan yang hakiki, Yang Maha Adil lagi Maha Mengetahui segala sesuatu, dan Dialah yang tidak menyia-nyiakan sekecil apapun dari kebaikan atau kejahatan, keimanan inilah yang mengajak kita untuk berfikir berulang kali sebelum kita berbuat dosa-dosa, dan tidak diragukan lagi bahwa Sang Maha Pengatur dhamir (suara hati) manusia lebih kuat pengaruhnya dari seluruh kekuatan orang-orang yang mengatur urusan dunia.
Hal lain yang memikat hati orang-orang non muslim kepada islam, yakni ketetapannya akan asas toleransi; Sholat lima waktu yang mengajarkan manusia untuk berdisiplin diri, sebagaimana bulan puasa sebagai latihan untuk membiasakan manusia agar mampu menahan dan menguasai hawa nafsunya, dan tidak juga diragukan bahwa kedisiplinan , menahan hawa nafsu adalah dua sifat dari sifat-sifat yang lahir pada seorang yang shalih dan penuh kemuliaan.
Di sinilah islam merealisasikan perannya yang begitu agung, agama satu-satunya yang mampu menanamkan didalam diri orang-orang yang mengkuti ajarannya rasa peduliterhadap ketentuan-ketentuan etika dan moral tanpa membutuhkan seorang penguasa dictator untuk merubah suara hati mereka, karena seorang muslim yakin bahwa dirinya selalu berada dalam pengawasan Rabbnya, dan inilah yang mencegahnya dari berbuat maksiat.
Pada tabiatnya manusia diberikan fitrah mencintai kebaikan. Maka Islam mempersembahkan bagi jiwa manusia sesuatu yang terbaik berupa kedamaian jiwa dan ketenangan hati, dan inilah yang sama sekali tidak didapatkan dalam kehidupan masyarakat barat di zaman sekarang ini.
Saya hidup di dalam sistem yang berbeda-beda, saya banyak belajar dari teori-teori dan filsafat, maka saya menyimpulkan bahwa tidak ada satu sistem pun yang menyamai kesempurnaan sistem islam.
Sungguh faham komunis memiliki performa yang memikat hati namun menipu, begitu juga paham demokrasi, sekulerisme dan paham-paham buatan manusia lainnya. Dan tidak ada sistem buatan ini yang memiliki landasan dan mekanisme yang integral dalam mewujudkan kehidupan yang baik dan mulia . Dan hanya islamlah yang dapat mempersembahkan/menyajikan system yang terpadu, dan inilah yang memotivasi mereka lebih memilih islam.
Islam bukanlah kumpulan teori-teori, akan tetapi ia manhaj amali atau metode/kurikulum praktis dan ia juga bukan sekedar merupakan sistem administerasi, tetapi ia merupakanketundukan yang mutlak terhadap kehendak Allah dan ajaran-ajaran-Nya









Memang banyak penarikan kesimpulan dan pengeneralisasian yang salah kaprah. Penyeragaman suatu kaum, padahal di dunia ini manusia tidak lebih dari oknum-oknum.
Maaf OOT: Undangan untuk ikut menjadi autor atau kontributor, kalau tidak berkenan silahkan dihapus
ada di sini juga : http://www.welcome-back.org
Semoga kita beragama Islam bukan karena kita dilahirkan dari keluarga muslim tapi karena kita memilih Islam karena sudah memahami seperti kisah diatas.
Sekedr tany, apakh bila mereka memilih islam anda bahagia? Sebaliknya bila keluar dari islam susah?
@mrtajib
Alhamdulillah saya ikut merasakan kebahagiaan mereka, bagaimana dengan anda pak ustadz?
bersyukurlah karena kita lahir dalam keadaan agama yang di ridhai Allah SWT.
ustadz,bagaimana dengan hubungan saudara yang telah keluar dari islam?
saya berharap bukan buat mereka yg baru saja menjadi mualaf namun juga bagi kita yang memang sudah dari lahir memeluk islam, agar lebih mendalami islam lagi jangan hanya sekedarnya saja, agar iman dan ke yakinan kita lebih kuat
Saking banyaknya manusia yang orang-orang dulu bIlang “MANUSIA RAMBUT SAMA HITAM TAPI ISI KEPALA BERBEDA-BEDA”, ada juga yang berpikiran berbeda, seperti di http://sotardugur-parreva.blogspot.com/