Dua kata tersebut bukanlah sekedar klasifikasi geografis dan nama dua arah mata angin. Walaupun ia akan menimbulkan dikotomi umat manusia dunia sehingga muncullah semacam praktek saling mengolok-olok “ Kamu orang timur, kamu orang barat”.
Walopun sebenarnya sang timur akhir-akhir ini tengah berada dibawah pengaruh hegemoni sang barat, namun sepertinya sang timur tengah mempersiapkan “SESUATU”. Sehingga tak heran sang barat menganggap timur sebagai suatu masyarakat dan spirit yang menakutkannya – biasa lah,,,, belum siap keluar dari wilayah nyaman -.
Seorang Pujangga –Muhammad Iqbal- menyentil telinga mereka:
Wahai penghuni negeri-negeri Barat,
Alam milik Tuhan ini bukan Toko
Yang kau anggap barang berharga
Ia kan terbukti bernilai rendah
Peradaban anda akan bunuh diri
Dengan pisau anda sendiri
Sarang yang dibangun diatas dahan
Yang rapuh dan tidak bertahan lama
Yang lainnya menenegaskan:
Orang barat kehilangan visi tentang surga
Mereka berburu mencari spirit buntut dan perut
Kalo boleh ikutan berpantun, saya akan berbisik kepada kalian dari perspektif cahaya:
Hey kalian, namaku adalah matahari
Aku hanya akan menyinari timur
Tapi sebentar, aku ingin sedikit bermain ke barat
Untuk sekedar cari tau apakah aku bisa
Sehingga ketika itu orang-orang mengalihkan pandangan kepadanya
Tapi ternyata mereka kegerahan, dan aku pun sudah muak dengan mereka
Aku akan kembali bercahaya di timur, sekejap lagi
Bersama pemuda-pemuda geliat yang menanti
Persiapkan dirimu!! sip
Kita semua tahu bahwa timur itu tempat terbit, sedangkan barat tempat tenggelam. Buktinya semua agama terbit dari timur. Justru ketika dibaratkan dia justru tenggelam.
“Lillahil masyriqu wal maghrib”, milik Allah lah barat dan timur itu, namun demikian benarkah wisdom itu datangnya dari timur ? Dan faktanya bahwa dunia kini meratapi mengapa manusia barat menjadi sangat materialistis dan hancuuurrr. Maka kita lihat banyak sekali “badut-badut budaya barat” sekarang ini. Entah itu dari segi penampilan, pola pikir dan hal-hal negatif nan materialistik lainnya. Mereka –badut-badut itu- semua sedang mabuk dan tak sempat berpikir kedalam nuraninya.
Namun, dunia pun tetap dan masih saja berharap dari timur untuk membawa misi yang menjanjikan nilai-nilai spiritual bagi manusia dunia. Hidup ini tidak akan pernah meningkat tanpa memahami makna spiritualitas. Agama itu penting bagi peradaban, bung! Dan sekali lagi, Islam adalah solusi, pahami ini!
BTW setuju khan sama saya ??









setujuuu!
kalau sang timur sudah mulai menyerupai barat sementara barat tetep barat artinya dunia sudah maghrib alias menjelang gelap.
Dan akankah ia kembali terang?
aku mencari pengertian oksidentalisme dan oreientalisme
bisakah…seandainya kita harus selektif?
tanpa antipati dan ambigu…
mengutil yang baik lalu membuang yang buruk?
setidaknya menurut pengertian kita sebagai orang timur.
selalu yang baik
ya emang gitu kan. suatu istilah(perumpamaan) yang sesui dengan orang2 barat, biar mereka tahu lah low hidup ini g hanya di duina saja. akherat juga ada.