Ketika dada seorang insan memperdengarkan gemuruhnya kepada alam, segala bentuk obsesi terungkap kala itu. Tentang nafas dan stamina kehidupan, vitalitas, dinamika, dan yang jauh lebih penting: tentang perlawanan terhadap ketidak-mungkinan; dia ingin menembus masa dengan peluru cita-citanya; dia tak ingin berhenti di sini; ia ingin terus mengabdi, maka ia berkata, “Aku mau hidup seribu tahun lagi’.
Bagi yang mengerti tentu akan melihat hidup ini hanya bagaikan permainan. Hidup juga adalah sebuah sebuah sistem yang dahsyat yang menaungi anak adam dari dulu hingga kini dan entah sampai kapan. Namun sedahsyat apa pun sistem ini ia tetap hanyalah permainan kecil diantara permainan-permainan yang lebih tak terkatakan dalam semesta. Sebuah pemainan dimana setiap pesertanya sedang diajak untuk menanti kematian dengan performance terbaik yang mereka miliki.
Dalam permainan yang namanya berhasil dan gagal, menang dan kalah tentu ada. Bahkan banyak yang berkata bahwa “hidup hanya menunda kekalahan”.Kita boleh gagal, kita boleh salah, pun boleh tertimpa musibah. Namun kita tidak boleh kalah. Setiap kegagalan tadi hendaknya kita jadikan cemeti untuk membangkitkan semangat baru. Kita tidak boleh menyerah kepada kelemahan kita; kita tidak boleh menyerah kepada tantangn hidup; kita juga tak boleh menyerah kepada keterbatasan kita. Kita harus tetap melawan, menembus gelap, supaya kita bisa menjemput fajar. Sebab keberhasilah adalah piala yang direbut, bukan kado yang dihadiahkan begitu saja. Sedangkan menyerah dalam keputusasaan bukanlah bagian dari proses memperebutkan keberhasilan itu. Bahkan ia adalah racun yang menggerogoti cita-cita. Sehingga jadilah tubuh manusia tak lebih seperti bangkai yang mulai membusuk.
Maka tak ada alasan bagi kaum mukminin untuk berputus-asa. Walau kita melihat potensi-potensi Islam saat ini hanya bagaikan pedang tajam nan tangguh di tangan seorang pengecut yang tewas dengan pedangnya sendiri. Walau kita saat ini dijajah dengan potensi kita sendiri. Saat ini kita tengah gagal. Belum berhasil merubah bongkahan es potensi itu, agar ia menjelma jadi gelombang dahsyat yang mengarusi peradaban lain. Namun ingat, kita belum kalah dan tak boleh kalah. Tak pernah pula kita kenal yang namanya putus-asa karena pernah gagal. Bagi kita kegagalan hanyalah semacam pemantik untuk meledakkan seluruh potensi baru yang terpendam dalam diri kita.
Kita memang menyaksikan bahwa saat ini musibah bertubi-tubi menimpa umat Islam. Perang Bosnia, Kashmir, Palestina, Irak, Libanon, segala bentuk penjajahan, kemiskinan, kelaparan dan keterbelakangan harus kita tanggapi sebagai stimulan-stimulan peradaban bagi proses kebangunan dan kebangkitan umat. Jika demikian maka seluruhnya akan bernilai Investasi dalam menyadarkan diri dan umat untuk mengulang peran historis kita sebagai pembawa risalah rahmat bagi semesta alam. Kepedihan-kepedihan itu layaknya pajak yang harus kita bayarkan sebagai akibat keteledoran kita, sekaligus sebagai harga bagi kelahiran sejarah baru umat kita.
Maka benarlah sebuah pepatah arab “lau laa al-masyaqqoh, la saada an-naasu kulluhu”. Seandainya tidak ada kesulitan, maka seluruh manusia tentunya akan menjadi mulia. Sebuah pepatah yang menjelaskan bahwa derajat suatu kaum akan ditentukan sejauh mana mereka mampu mengambil kearifan-kearifan baru setelah melewati berbagai rintangan dan kegagalan. Kearifan yang tercipta ketika umat ini tampil sebagai wujud paling anggun dari peserta kehidupan yang sadar.
Jadi, masihkah ada alasan untuk berputus-asa?
powered by performancing firefox









Nikmati proses kehidupan, dengan keoptimisan meskipun banyak hal yang sering membuat kita pesimis.
hidup memang harus selalu “sambung asa”
Kita boleh gagal, kita boleh salah, pun boleh tertimpa musibah. Namun kita tidak boleh kalah.
—
Ada 700 kali Thomas Alva Edison mencoba menyalakan lampu. Assistennya bilang : “Sudahlah, memang tidak akan berhasil”. Jawab Oom Thomas : “Tidak, saya sudah menemukan 700 alasan mengapa tidak berhasil menyala..” Akhirnya lampu dengan kawat pijar Tungsram menyalakan lampunya. Thomas Alfa Edison menemukan lebih dari 1000 paten dalam hidupnya dan sampai saat ini tidak ada praktisi ilmuwan yang ketika kecilnya dianggap idiot itu melebihi keberhasilan melakukan penemuan.
Spakat.
Jangan putus asa posting di blog, walau yang komen sedikit. Hiks…hiks…
Kenapa kok judule putus asa? Apa yg di putus asakan ichsan, wong Islam artine aja selamat so pasti aman, keep learning and running, good boy, ok?
“Jadi, masihkah ada alasan untuk berputus-asa?”
masih banyak mas, gak tau nih kenapa? he..he..
putus asa? kayak tali aja ni yang namanya asa.
selama manusia hidup, tak layak ia putus asa, jangan diawal bilang “ingin hidup seribu tahun lagi” tapi pas sekarat bilang “hidup hanya menunda kekalahan”. itu namanya ………. (anda bisa mikir sendiri tho)
Ko putus asa?
@ Helgeduelbek
Belajar menikmati proses seringkali kita jadikan sesuatu sulit dan pahit
@ Alief
Toh semua yang putus bisa di sambung kembali
@ Agorsilaku
Jenius yang di anggap idiot dan pada akhirnya semua terungkap, namun disisi lain banyak juga idiot yang di anggap jenius dalam kehidupan ini.
@ Aswad
Ada kodok makan permen relaxa, tetep ngeblog walopun yang komen ngga ada : D
@ Evy
Insyaallah pasti aman mbak
@ Klikharry
Coba cari tau dulu mas Harry
@ ndarualqaz
selama manusia hidup memang tak layak ia putus asa. Ketika diawal dia bilang “ingin hidup seribu tahun lagi”, ketika sekarat pun dia harus optimis. Nah itulah saya dimaksud dengan menunda kekalahan. Sehingga kekalahan tak kunjung datang karena kepiawaan seseorang dalam menunda kehadirannya. Walau pada akhirnya diluar kuasa manusia ia datang juga. Keinginan hidup seribu tahun di kalahkan oleh malaikat maut. Namun bisa jadi bagi sebagian orang yang beruntung itu malah menjadi pintu bagi kemenangan baru.
@ Jokotaroeb
Judulnya putus asa tapi ngajak optimis kok. Tenang saajhaa
hmmm … putus asa, emang manusiawi, tapi kayaknya kita harus jaga iffah juga ya
ketika putus asa menjangkit diri
kita musti tau bahwa dunia ini hanya sebuah relung2 kehidupan yang digariskan oleh Allah
terus kalau kita putus asa kapan ada orang seperti
Urwah bin Zubair
Amir abdillah attamimi
Umar bin abudl aziz
yang hidupnya hanya dibai”at untuk islam semata
aku juga pernah putus asa
tapi asa kembali datang ketika hidup ini difokuskan lillahita’ala
tapi emang ngga gampang
semoga Allah memberikan kita rahmat
dan memberi kita surga tertinggi disana
satu keyakinan mengalahkan musuh walau kadang yang lemah bisa menang, yang hancur bisa tumbuh, yang rapuh bisa kuat dan yang kecil bisa besar
menangislah jika pingin menangis, berteriaklah jika pingin teriak, tertawalah jika pingin tertawa tapi setelah itu jalani hidup ini dan ga perduli walaupun banyak tangisnya daripada bayak tawanya dalam hidupmu yang penting adalah perjuangan tidak pernah berhenti
setuju mas, putus asa itu hanya ada buat orang-orang yang kalah, pemenang tidak mengenal kata putus asa, walaupun mengalamikegagalan berkali-kali. ingat gagal bukan berarti kalah. gagal hanya sebuah pelajaran bagaimana seharusnya meraih kemenangan
Ass!
1. Aku bukan penghafal yang baik
2. Aku bukan pemaham yang baik
3. Aku bukan pemikir yang baik
4. Aku seorang penunda pekerjaan
5. Aku seorang yang takut bertanya
6. Aku seorang yang mudah kehilangan motivasi
7. Aku seorang yang kurang cekatan
8. Aku seorang pecundang
9. Aku seorang bukan seorang pemenang
10. Aku seorang yang tidak antusias ketika belajar
11. Aku seorang yang seringkali berfikir buruk, kotor dlsb
12. Aku seorang pengcut yang tidak berani menyatakan pendapat
13. Aku bukan seorang teman yang baik
14. Aku bukan seorang sahabat yang bijak
15. Aku bukan seorang yang berprestasi
16. Aku seorang pendusta bahkan kepada diri sendiri
17. Aku seorang yang tidak menyadari kelemahan diri
18. Aku seorang yang terlalu berambisi untuk mendapatkan sgala sesuatau yang aku inginkan
19. Aku bukan seorang planer terbaik
20. Aku bukan 0rang yang yakin akan kekuatan ALLOH
21. Aku bukan pengikut Sunnah Rosul yang paripurna
22. Aku pengcut yang berharap tidak mempunyai musuh
23. Aku lawan yang mudah bagi musuhku sendiri
24. Aku benteng yang rapuh
25. Aku pagar yang usang
ternyata aku sendiri yang berputus asa help me!!!!!
putus asa ….aku ingin hidup seribuy tahun lagi tapi jangan hidup yang kayak gini…mengulang ulang kegagalan,,mengulang ulang kekecewaan….fiuh,,btw kita harus tetap hidup..ok
aku sungguh putus asa dan rasa kecewa ketemu dengan orang tua sendiri aja dah malu. setiap kali aku mengerjain sesuatu pasti berdampak gagal kenapa ya? aku juga bingung harus ngapain. Tolong sarannya biar aku bisa ada alasan untuk mendapatkan cahaya yang sudah redup
putus asa adalah tanda orang tak mampu, meskipun orang itu mampu, tetapi dia masih meragukan tentang kemampuan yang dimilikinya!
Hmm pts asa ya?
Menrt g setiap org past pnah menglami namanya pts asa.
Tp jadikan it sebgi pemacu untk bisa lbh baik lg.
Jangan terlena dngan keterpurukan. . . Bangkit dan berusaha tuk mencari garis finish.
Saya segang putus as dengan kehidupan saya kali ini……….