Sebuah refleksi diri sendiri : )
Pagi tadi iseng buka-buka buku lama. Tak sengaja tiba-tiba mata tertuju pada beberapa bait kata yang dahulu biasa-biasa saja bagi saya. Begini kira-kira terjemahannya:
Ingatlah…
sesungguhnya kini lembah kedukaan
telah berubah tanahnya menjadi harum bak kesturi
dan pohon keringnya menjadi kayu cendana yang harum mewangi
Itu tiada lain karena suatu petang
Hindun telah berjalan melaluinya
dan menebarkan butiran salju
yang menyejukkan setiap penjuru lembah itu
Syair indah di atas sungguh membuat saya kembali merenung, tentang makna di balik keberadaan diri saya di dunia ini; tentang apa yang telah saya perbuat untuk manusia. Karena pada akhirnya saya semakin menyadari bahwa “jika kematian adalah sesuau yang pasti, tentunya adalah sebuah aib apabila manusia itu mati tanpa adanya sesuatu yang di perjuangkan demi orang-orang yang akan ia tinggalkan.”
Kita semua ingin menjadi berguna, berapa pun sisa umur kita. Saya yang muda, anda yang tua. Kita tidak pernah tahu siapa yang mati pertama. Mungkin esok saya, mungkin juga anda. Mungkin esok anda, mungkin juga saya. Kita harus menjadi berguna, berguna untuk kebaikan. Seperti ketika Hindun merubah tanah duka jadi harum bak kesturi; seperti ketika ia sentuh kayu kering jadi cendana.Jika Hindun telah hadir dan menebarkan butiran salju dan wanginya ke seluruh penjuru, apakah kita merasa puas bila hanya menjadi sesosok makhluk dengan siklus:lahir, makan, kawin , mati?! sudah begitu menyusahkan pula tiada henti.
*Na’udzubillah min dzalik
powered by performancing firefox









Andai semua manusia lebih banyak berpikir seperti itu (Seperti judul tulisan) alangkah Indahnya Indonesia. Monggo segera kita mulai dari diri sendiri.
Sebuah refleksi diri sendiri : )
ini yang penting, lebih baik lagi jika semua warga negeri ini melakukan refleksi diri sendiri, tentunya kita lebih optimis menghadap masa depan.
Hmm..pak ichan pasti selalu menampilkan untaian kata yang indah dan penuh makna..kalo ga gitu bukan ican namanya..tapi ichsan pake h ma s hehe sami mawon nggih…
Tidaaaaaakkk tidak hanya dengan siklus lahir, makan, kawin, mati…Tidak rela kalo cuma seperti itu..hehehe
Pengen nya menjadi manusia yang berguna bagi diri dan makhluk ciptaan Allah lain nya.Caranya gimana ya?! Mungkin ana sepakat ma kawan2 diatas..dimulai dari diri sendiri, mulai hal yang kecil dan mulai saat ini juga!!Yach yang penting kita selalu ingat untuk apa kita dilahirkan dibumi? (Q.S Adzaariyat : 56, Q.S Al Baqoroh 30-32) So..jadikan hidup lebih bermakna hari demi hari.InsyaAllah…
Maaf ya kalo ada salah…
(Astaghfirullahal’adziim) Btw..mohon dicek ulang Q.S Al Baqoroh tentang manusia sebagai khalifah di muka bumi. Hehe..’afwan ana lupa2 ingat ayat nya. Kalo salah mohon di benarkan.Sekali lagi ‘afwan jiddan.
Keep Ukhuwah tuk semua…
bahan perenungan dan analogi yang bagus. makasih, mas
Itu namanya legacy, kalau mau merencanakan legacy caranya kita tanya diri sendiri, kalau kita mati nanti pada saat mereka mengantar kita ke kubur, kita pengen di kenang sebagai apa sama, keluarga? Sama masyarakat? Sama teman kantor? Sama teman blogger? dst… nah dr situ kita tahu gimana caranya mengisi hidup, am I right?