“Kita sesungguhnya sangat kuat. Umat Islam yang berjumlah 1,3 miliar orang (seharusnya) tak bisa dengan mudah dikalahkan. Orang Eropa membunuh 6 dari 12 juta orang Yahudi. Akan tetapi, kini orang Yahudi secara tak langsung menguasai dunia. Mereka bisa membuat orang lain berperang dan mati untuk mereka,”"Apakah benar kita tak perlu dan tak dapat melakukan apa-apa bagi diri kita sendiri? Apakah benar 1,3 miliar orang (Islam) tak memiliki kekuatan untuk menyelamatkan diri mereka sendiri dari penghinaan dan penindasan yang dilakukan oleh musuh yang jumlahnya jauh lebih kecil? Apakah mereka (umat Islam) hanya dapat membalas secara membabi buta dengan kemarahan. Apakah tak ada jalan lain kecuali meminta anak-anak muda kita untuk meledakkan dirinya sendiri dan membunuh orang lain, tindakan yang hanya mengundang dilancarkannya pembantaian lebih banyak lagi atas rakyat kita?”
“Tak mungkin tak ada jalan lain. Kaum Muslim yang berjumlah 1,3 miliar tak dapat dikalahkan oleh berapa juta orang Yahudi. Seharusnya ada jalan (bagi kita).”
Demikianlah beberapa penggal kata dari pemimpin negara tetangga kita beberapa tahun lalu. Siapa pun yang mengucapkannya, sungguh kalimat diatas adalah kalimat yang luar biasa menggugah siapa saja yang masih memiliki iman di hatinya, menyimpan rasa cemburu terhadap agamanya, serta memiliki cita-cita yang mulia untuk sebuah perubahan.
Jelas kita bukan umat terbelakang, kita tidak pula primitif. Ingat!! Kita pernah memimpin peradaban dunia. Namun hal tersebut janganlah membuat kita terlalu tenggelam dalam romantisme masa lalu sehingga membuat kita bak seorang gadis yang mengurung diri dalam biliknya yang sunyi, meratapi nasib cintanya yang hilang, sementara umat lain tengah bangkit dan siap memperbudak kita.
Kita bukan tidak mampu mati-matian mengejar ketertinggalan kita, namun kita telah dibuat buta… Buta akan hakikat perjuangan yang sebenarnya. Mata nurani kita telah di cungkil oleh peradaban materialis ini. Di saat syahwat menjadi tuhan, di saat kebenaran dijualbelikan, di saat kabut kehidupan dunia yang sementara ini begitu pekat menyelimuti angan-angan kita. Hingga akhirnya… “Kita terlalu cinta dunia dan takut mati.”









Memang bukan.. tapi yang menjadi primitif itu ketika ilmu dinomor duakan oleh sesuatu yang tidak penting..
yahudi memang manusia yang terpintar dimuka bumi.. sudah digariskan akan begitu terus.. sekarang tinggal bagaiman ada peneliti muslim yang mempunyai semangat baja untuk bisa bertahan dn eksis pada lingkungan ini.
ilmu syari’ + ilmu agama harus sama2 dikuasai
Haryo
http://annajiyah.notlong.com
Bangkitlah wahai semua umat terbaik!
maka ingatlah hidup.
ada 2 golongan yahudi …. golongan ashkenazi dan golongan yahudi sephardi, kedua golongan berbeda etnik dan kitab suci… dan mereka bersatu, ngga saling menjelekkan, ngga saling mengungguli..pokoknya akur lah …
sedangkan Islam… kita tau sendirikan bagaimana keadaan persatuan di agama kita ini…. Alangkah hebatnya Islam kalo semua muslim bersatu tanpa harus merasa alirannya lebih baik dari yg lain….
Akan lebih bagus lagi kalau semua ummat Islam masuk satu aliran saja ::
Islam yang murni yang dibawa oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
Bukan begitu?
Muhammad Haryo
http://annajiyah.notlong.com
[...] semua laki-laki’, ada Blog Sains In religion yang bertanya kesimpulannya, ada Blog anak muda alim yang sedang mengingatkan kita tentang kaum primitif, ada Blog Psikolog lajang yang mencoba [...]
Ya, Islam itu begitu niscaya kekuatannya. Tapi banyak yang seperti kabur dan memburam sekarang ini. Kita harus ubah keadaan itu, mesti ada jalan
*optimis mode ON*
Oh ya, Rasulullah SAW pernah bilang, Islam itu akan mencapai tiga puncak kejayaannya…dua telah terbukti, masa kepepmimpinan Beliau sendiri, lalu masa khalifat Turki Ustmani…lalu yang ketiganya…?
pastinya itu bukan hadiah yang akan datang serta merta dan dalam sekejap, Allah minta keseriusan kita untuk keadaan yang lebih baik, berbanding lurus antara doa dan usaha…
Buktikan bahwa Islam itu memang rahmat bagi semesta alam, mencintai kedamaian dan tidak ada paksaan dalamnya…
ffuihhh jadi panjang, maaf Pak,
*jadi numpang ngeblog perasaan*
PS : mode diatas akan terus dihidupkan…
^_^
Inikah yang dimaksud Nabi Muhammad bahwa umat Islam hanya menjadi buih di lautan?
Umat Islam kalau tidak salah terbagi menjadi 72 golongan, lebih banyak dari golongan umat lain.
Nah inilah yang mungkin menjadi salah satu titik rawan kita karena masing2 golongan memaksakan jalannya masing2 dan selalu beranggapan “kamilah yang paling benar”. Kapankah kita mau dan mampu bersatu wahai saudara-saudaraku?
muslim & tidak muslim apa seh yang menjadi pembeda. Konon, hanya shalatnya saja (ritualitas). Selesai. di bidang sosialnya mengurus ruang publik, Islam, maaf masih kedodoran.
“lita’aarofuu” agar saling kenal-mengenal adalah konsep qur’an.justru yang mengamalkan konsep ini, “lita’arofuu” dan “silaturahmi” konsep nabi, salah satunya yaa ini provider wp dan blogger provider lainnya. betapa, dengan wp dst mampu mengenalkan saya, anda dan kita… gratis lagi…
Sudahlah ngga perlu deh kita terlalu banyak berfilosofis dan menganggap Yahudi yang paling pinter dll. Terkadang kita sering kali mengkotak2 kan antara pinter dan bodoh. Kenyataannya ngga demikian koq. Saya banyak bergaul dng mereka biasa2 aja ngga pinter2 amat, jangan terlalu digeneralisir. Misalkan dia pinter lebih baik kepinterannya bisa ditularkan ke kita kan bagus daripada kita bermusuhan dengan mereka disaat mereka fine2 aja ma kita.
Yng jadi masalah sekarang di negara kita, khususnya di saudara umat muslim kita adalah ngga bisa mengoptimalkan kemampuan aja,dan hanya hebat dalam ranah idealisasi dan intelektualisasi.Bukan begitu?
Pointnya, kalau kita tidak menganggap kita bodoh, kitapun tdk bodoh koq.Coba semangat itu tidak cuma didengung2kan tapi nol dalam implementasi.Sesuatu yg paling sulit adalah mengkomunikasikan semangat itu ke dalam diri kita sendiri utk menghasilkan suatu produk nyata yg bermanfaat utk peradaban.
Kata-kata cinta dunia dan takut mati memang sangat ideal. Tapi juga sangat pragmatis. Kenyataannya untuk membangun suatu peradaban di dunia kita juga harus mempunyai cinta bukan begitu? karena bekerja tanpa cinta juga terasa hambar dan tak bermakna.Inget friends, kita di dunia, dan kalo Islam ingin maju ya kita harus maju berperan di dunia. Lebih baik kan kalo umat Islam kaya dan sejahtera daripada miskin? benar tidak? Jadi cinta dunia perlu dan harus, tapi jangan berlebihan.Jadi orang kaya lebih baik dan utama dimana dengan kekayaan itu kalian bisa melakukan lebih banyak sesuatu buat orang lain. OK friends! let our minds be opened and try to think positive.
kita tidak butuh orang2 yang berani mati.
kita butuh orang2 yang berani hidup!
Wah, semuannya udah pada nyalain mode optimis.
*Waktunya upgrade “mode sangat optimis ON”
@semua
yahudi paling pinter=mitos yang muncul sebentar dan tak lagi layak siar.
(Ulaa-ika kal-an’am bal hum adhollu)
@All
Ini dia!! perlu kita catat dan jadikan ia wallpaper background komputer kita atau dimana saja. Semoga alam bawah sadar bisa membantu mendorong kita melakukan tugas besar ini.
@Mas Wahyu
Bagaimana jika frasa itu dibiarkan ideal begitu adanya, tentulah yang dimaksud Rasulullah dalam hadist yang senada dengan itu adalah bentuk kecintaan terhadap dunia yang berlebihan. Ia akan keliru jika pengobatannya merupakan penafian terhadap naluri manusia yang memang dicondongkan kepada kenikmatan dunia -ali-imron: 14- ,lagi pula memang ada bagian yang wajib kita ambil di sana -al-Qoshosh:77-.
Benarlah bahwa cinta merupakan energi penentu dalam membangun apa saja termasuk peradaban. Maka dari itu saya yakin bahwa cinta akan Allah dan Rasulnya merupakan satu-satunya “alasan mencintai” yang memiliki daya dorong atas energi itu hingga ia menjadi tak terbendung. Namun ketika kecintaan tersebut bertentangan dengan “alasan mencintai” maka yang terjadi adalah sebaliknya.
@Santribuntet
Saya yakin anda sedang menyentil lagi. Walaupun saya tidak setuju dengan anggapan bahwa pembeda tersebut hanya sebatas ritualitas saja. Ada yang sebenarnya sangat mendasar yang menjadi pembeda (al-furqon) antara kaum muslimin dengan yang kafir yaitu aqidah yang merupakan alasan utama diutusnya Rasulullah. ini bagus buat baca-baca
Memanglah hikmah itu sebenarnya milik kaum muslimin, namun sekarang sebagian besar berpindah tangan, maka ambilllah kembali hikmah itu.
@joesatch
Ya, kita jelas butuh orang-orang yang tegar dan berani dalam menghadapi kehidupan, bukan sebaliknya.
*Apakah takut mati itu sama dengan berani hidup, dan sebaliknya apakah berani mati itu sama dengan takut hidup??
kita memang bukan umat primitif,tapi kebanyakan umat islam sepertinya memiliki cara pikir yang primitif yang biasanya gerudak geruduk sana sini.semoga kita bisa mengawali dari diri kita sendiri mencontoh suri tauladan nabi muhammad saw untuk menyikapi segala sesuatu yang terjadi di sekeliling kita.semoga cara pikir primitif dari kebanyakan umat islam berubah menjadi moderat yang sesuai tuntunan ALLAH SWT dan ROSULULLAH SAW.amienn
(Fak
e)a ini sebaiknya tetap dikritisi…meninggalkan ketertinggalan…?
Coba k-lo iseng-iseng (dianjurkan?) bareng2 jalan2 ke tanah Negara “Israel” (org Yahudi seneng disebut Israel & benci disebut Yahudi??) pasti penuh sesak itu negara agresor… jd inget syiar Islam yg dibenci org Yahudi…
Udah dulu ah…
Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh..
…afwan sbelum dan sesudahnya…..,saya tidak ingin mengomentari…artikel d atas krn insyaAllah artikel d atas sudah bagus(Subhanallah),tapi saya ingin mengomentari….orang2 yang menanggapi artikel ini dengan sikap MUNAFIK dan PENGECUT…..bahkan ada yang menulis “kita tidak butuh orang brani mati tapi brani hidup…..semoga Allah membalas segala kemunafikan dan sikap pengecut kalian”…dalam Al-Quran disebutkan barang siapa yang lari dari peperangan kecuali berbelok untuk siasat perang atau hendak menggabungkan diri dngan pasukan yang lain,sesungguhnya dia kembali dengan membawa kemurkaan dari ALLAH SWT…,ingatlah wahai pengecut sesungguhnya janji ALLah sangatlah nyata!!…begitu juga dengan nerakanya!!,dlm hadist shohih d sebutkan “seseorang akan masuk neraka karena 2hal yaitu lidah(ucapan/pernyataannya) dan kemaluannya kecuali dia bs menjaga ke2nya…,jaga ucapan dan pernyataan kalian semua!!…
@jejak pena
saya pernah baca buku hr hara akhir zaman dan saya beranggapan kita akan menang nanti ketiganya ketika almasih datang membunuh dajjal, bukankah ketika itu kita menyatu menjadi kesatuan yang unggul. ketika rantai mutiara akhirat bergulir satu persatu …
subhanallah, pasti bisa kan islam menjadi terhormat seperti dulu …
jadi pengin nangis … terharu aku ///
damai aja napa… gitu aja kokn repot… !!!! kompetisisi lah yg sehat!