Jogja Selamat Tidur
April 25, 2007 oleh ichsanmufti
Saya menuliskan ini di sebuah malam, dan saya mendengar suara jangkrik krik-krik-krik di luar jendela. Mungkin ia hinggap di salah satu dahan pohon jambu tetangga, mungkin di pagar rumah belakang yang bertuliskan “for sale”, atau mungkin ia sedang berbaris bersama rekannya, karena baginya sekarang adalah saatnya bekerja. Sayup-sayup suara teman yang menzohirkan bacaan kitab arab gundulnya terdengar, saya resapi, ia mengalir bersama bagian awal tulisan ini. Sesekali sepeda motor dengan beragam suara yang keluar dari resonansi knalpot yang berbeda terdengar melintasi jalan pogung raya ini. Sangat jarang.
Kini saya dengar suara kipas angin kecil yang saya beli beberapa bulan lalu ketika jogja benar-benar panas memeras tubuh ‘tuk diambil peluhnya. Dari tadi sebenarnya suara itu sudah ada. Tapi begitulah saya dan mungkin kebanyakan manusia; sering melupakan hal yang sebenarnya dekat bahkan menyatu dengan kehidupan. Bergerak kipas itu ke kiri dan ke kanan bersama parfum yang tergantung mengikuti irama.
Beberapa saat sebelum tidur, saya rasakan betapa indahnya Yogyakarta.
Tapi saya hidup hanya di satu titik kecil kota ini. Sangat kecil. Hanya di sepetak kos-kosan sederhana di sebelah utara kampus Gajah Mada tempat para penerus bangsa berjuang bersama kepala, kertas dan tinta. Padahal di sana banyak yogya-yogya lainnya, yang begitu luasnya dibelah sejajar antara laut selatan dan merapi di utara. Yogya lainnya mungkin sedang bernyanyi gila, mabuk, berhura-hura membunuh waktu bahkan berzina. Di kos-kosan yang tak jelas untuk pria atau wanita, di kelab-kelab malam, bahkan di lembah UGM yang gelap gulita. Seakan umur milik mereka dan seakan maut dapat di tunda. Gempa kemarin tinggallah kenangan belaka.
Satu per satu rumah-rumah penduduk, kos-kosan mahasiswa dan warung makan yang tadinya masih buka memadamkan lampunya. Malam pun bergulir kembali menjadikan fajar sebagai sebuah kerinduan.
Ayah tadi mengesemes menanyakan kabar dan alamat email saya yang baru.
Sms itu yang membuat saya semakin rindu; kepada Ayah, Ibu dek Achyar yang di kelas 2 smp-nya telah melampaui tinggi sang Ayah. Juga rindu dek Ayi(Arief) di Jakarta bersama kakek, nenek dan segenap keluarga. Seandainya burung-burung itu meminjamkan sayapnya kepada saya, tentu satu per satu mereka akan saya jenguk, saya selimuti setiap mereka dalam tidurnya dan saya kecup hangat keningnya. Tapi apa dikata. Ruang dan waktu masih saja memberikan batasan yang penuh misteri. Saya harus tidur, mungkin bermimpi, tapi tubuh ini tentu bukan di alam di mana manusia memiliki sayap. Saya berdoa dan menutup mata. Melihat bayangan ulang kehidupan hari ini, belajar memahami kesalahan untuk tak pernah mengulanginya. Dan di sini… Di kamar ini.
Saya sendiri….
Dan tak pernah tahu berapa umur yang tersisa..
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah menciptakan diriku dan Engkau pula yang akan mewafatkannya kelak. Engkau memiliki hak untuk menghidupkan dan mematikan. Bila engkau membiarkan hidup diri ini, maka periharalah ia. Dan bila Engkau mematikannya, maka ampunilah ia. Ya Allah, aku memohon keselamatan kepada-Mu.” (Muslim). Doa sebelum tidur, Hisnul Muslim, hal:135.
Powered by ScribeFire.








pertama belum baca
“Engkau memiliki hak untuk menghidupkan dan mematikan”
duh baru account di suspend aja dah rasanya gimana gitu
pa lagi nyawa di cabut, yuk ah muhassabah
Selamat tidur, akh… =)
Haryo
http://anc.zendurl.com
jadi pengin nangis
ichsaaaan…hiks..nangis aku baca nya.Hiks..jADI PENGEN PULANG KE jAWA NIH..RINDU JUGA PENGEN BERKUMPUL MA KELUARGA HIKS..tapi apa boleh buat..Hidup manusia sudah ada yang mengatur. Dan Yakin aja bahwa skenario Allah itu sangat Indah.
hmmm… ini baru posting yang “teduh”.. seneng bacanya
Hooaaahhmmm…….
ngrrroook….. ngrrroook….. ngrrroook….. ngrrroook….. ngrrroook….. ngrrroook….. ngrrroook….. ngrrroook….. ngrrroook….. ngrrroook….. ngrrroook….. ngrrroook…..
mas mufti teks arabnya dong…
saya jadi bersyukur karena tinggal serumah dgn ortu dan adek-adek…
Selamat tidur ya
Ketika sendiri..ataupun berbicara di hati,sering..aq alami..
…aq pulang….tanpa uang…kuterima keadaan quuuuuuu…(nada seila on sepen)….jogja cinta tanpa akhir(katon bagaskoro)…….hhhhmmmm lebaran besok insyaAllah merasakan jadi mudiker….buat anak kudus yang terdampar d jakarta dan sekitarnya qt mudik bareng yuuukkkkkkkkk
hhhhheeeeeeeeeiiiii tadi siang aq naek busway…….baru kali ini bs merasakan busway……(wah dasar ndeso..katro….rmtu)…xixixixixixixixixixi
Selamat tidur kang Ichsan….
Kang! buka bbolg ku ya…
akhirnya aku punya blog….
he he he
archoholic.multiply.com
nangis deh…:((
met tidur mas…. saya salut baca tulisannya… bagus…
jogja = syahdu….
hi san :). aku paling suka sama anak ini :). bahasanya indah sekali.
Ehmmm.. Rame juga ya yang ngeliatin saya bobok
Selamat malam/pagi/siang semuanya. Makasi ya sudah menjenguk saya di Jogja sini.
* Maklumlah, anak rantau sering banget kesepian.. Hiks
Jogja emang kota paling enak di dunia hehehe subyektif banget ya. Aku kangen sama Jogja.
indah seorang muslim dalam selimut nya allah
ka ichsan adek abdl selalu mendoakan
ka ichsan brakllah fiek
ka ajarin aku jangn lupa ya!!!!!!!!!!!!!!!!1
[...] yang terakhir -di Yogyakarta- dengan tulisan ini jadi jauh secara geografis. Tapi tak mengapa, baik Yogyakarta, Aceh -beberapa waktu lalu agak lama saya di sana- maupun Medan Sumatera Utara dan seluruh tempat [...]
Masyaa Allah, manteb kang……
Kapan ana bisa belajar ma antum nih?????
Jadi ke TimTeng ga??
Mohon doakan Rudi, Keluarga, n tentu saja Jogja ini n UKI!!!!
Rodhiallah adh-Dhukuhi
( pke fs-nya dhini )
Sampai sekarang rumah itu tetap for sale akh…