Sore itu matanya terlihat sembab. Bekas aliran air mata di pipinya tak mampu ia sembunyikan dari hadapan saya. Ia menunduk sebentar, mengusap kedua matanya kemudian tersenyum, berpura-pura ceria seakan tak terjadi apa-apa. Tapi ia tak bisa menipu saya. Saya tahu ia habis menangis. Tangis apa itu awalnya saya tak tahu. Maka saya tanya ia “menangis kenapa?”. Ia menjawab”tangis haru mengingat cinta kasih ibunda padaku. Setelah melihat seorang ibu yang memeluk anaknya di taman itu aku rindu ibu, rindu kasih sayangnya, rindu nasehat-nasehatnya”. Dan Azan maghrib pun mengalun sendu bersama ketakjubanku terhadap lembut hatinya.
Di lain waktu seorang diantara kita pernah terhenyuh hatinya melihat pengemis kecil-hitam- kumal di jalanan yang sebenarnya setiap hari ia lalui. Dalam batin ia berandai; Oh, seandainya dunia ini tak menyisakan kepedihan, kenestapaan, seandainya semua orang hidup bahagia. Namun kenyataan berkata lain dan itu ia tak bisa pungkiri. Ia pun paham bahwa sebenarnya ini kesempatannya untuk berbagi. Maka ia keluarkan lembaran-lembaran dari poketnya. Kali ini bukan hanya recehan seperti biasanya. Toh ia masih punya banyak lembar lainnya yang lebih mahal warna dan nominalnya. Sungguh menakjubkan karena ia baru tahu bahwa berbagi ternyata lebih nikmat dari pada membeli hanya sekedar demi kepuasan sendiri.
Kita pun pernah lihat bagaimana seorang pemuda yang tenggelam hari-harinya dalam dosa dan kehampaan. Namun suatu ketika sebuah nasehat menusuk hatinya, mengisi relung-relung jiwanya. Ia tersungkur, ia bertaubat. Dan kini ia adalah penyebar kebaikan dan kasih sayang kepada manusia.
Sebaliknya. Kita pernah pula lihat seorang yang keras hatinya. Beribu-ribu nasehat telah melintasi telinganya. Beratus-ratus musibah peringatan telah mewarnai hari-harinya. Berjuta-juta detik dalam hidupnya telah terpuaskan oleh kegalauan karena dosa, kedurhakaan dan ketidakpedulian kepada Pencipta juga kepada sesama. Namun ia tak juga sadar. Ia tutup matanya, ia sumbat telinganya ia bungkam suara hatinya, ia bunuh nu-ra-ni-nya sen-di-ri. Hatinya keras bagai batu.
Namun ingat! Batu pun perlahan dapat terkikis hanya oleh tetesan air yang lembut. Maka saya katakan:
“jangan pernah berhenti untuk saling menasehati!”
Tuan dan Puan sekalian yang saya sayangi. Tak lengkap rasanya tulisan singkat ini jika tanpa pertanyaan yang bagus untuk kita ajukan kepada diri kita sendiri:
Lembut atau keraskah hati kita ini?
Bukankah kita ingin cepat pintar memahami kejadian, merenungi nasehat, memaknai kehidupan, menuju kematian?!
Kita tak ingin jadi orang tuli-nurani dan bebal hati. Benar, kan?????









Masya allah….
jadi terigat Bunda dan ayah di rumah sana…
Kadang jadi teringat, aku yang udah tidak pernah mengingatkan temen2ku di webhouse yang udah jarang sholat… seakan aku hanya perduli dengan diriku sendiri.
Ya allah, moga aku tetap dberikan kelunakan hati untuk menerima wahyu dan hidayahmu.. .. Mudah menerima hikmah.. selalu…. Amin..
Insya Allah, jika kita terus ingat akan ‘dunia kekal’, sepantasnya pula kita harus terus mengingatkan pada manusia lain yang ’sedikit’ terlupa…
dengan demikian pula kita memantulkan agar istiqomah…
jazakallah syukron sudah diingatkan ya akh
Assalamu’alaykum Pak Ustadz…hehehe Sehat kan? Alhamdulillah ana masih dikasih kesempatan bernafas sampe detik ini..:D
Subhanalloh ikatan hati seorang ibu dan anak itu walopun berpisah jauh…InsyaAllah masih akan tetap kuat.(soale ana mengalami sendiri, awalnya pas di telpon ibu, ana bilang Alhamdulillah baik…tapi ibu seakan ga percaya gt & terus meluncurkan ptanyaan…ana yg sok kuat tetep bilang baik2 aja ibu…trus..si ibu bilang kmu ga usah bo’ong..dari kemarin perasaan ibu ga enak…Nggih sampun moga cepet waras awake, makan yg banyak, minum air jahe, dan istirahat Assalamu’alaykum…kata ibu mengakhiri pembicaraan…hehehe)
Hiks …btw ana juga lagi kangen berat sama ibu ku yang jauh di mato…tp InsyaAllah dekat di hati
Kembali Ke Laptop…
Sepakat dengan apa yg dibilang pak ustadz..karena itu adalah Sebagian dari tanggung jawab kita sesama muslim saling menasihati, saling menyeru dalam kebenaran dan seruan kepada kebenaran itu adalah sebaik-baik perkataan.
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru
kepada Allah dan mengerjakan kebaikan………(Fusshilat:33)
Seindah-indah kata adalah kata yang terangkai dari lisan orang yg btaqwa….
Sebaik – baik hamba adalah dia yang sadar akan hakikat dirinya…
Wah…bener banget pak ustadz…
….
Ada sedikit rumus…
1. Hati Keras =>> Hawa Nafsu Lebih Besar Dari Rukhiyah kita
2. Hati yg Was – Was =>> Hawa Nafsu Sama Dengan Rukhiyah (contoh misal….Sholat sih iya…tapi maksiat jalan terus….Na’uzubillahimindzalik!)
3. HATI YANG LEMBUT =>> RUKHIYAH LEBIH BESAR DARI PADA HAWA NAFSU
Dan semoga kita senantiasa mempunyai hati yg lembut sehingga kita akan mudah menerima nasihat kebenaran. Amin
Yach…sudah pak ustadz…udah panjang dan lebar ana komen…nanti dilarang protes lagi ya!!! dan ‘Afwan ikut curhat dikit di atas…gpp kan ya?!
Maaf kepanjangan….dan Maaf kalo ada yang kurang berkenan…
Buat para sahabat pemerhati blognya Pak Ustadz…Semangat Ya!!!
Wassalam
MasyaAllah, tulisan yang bagus. kadang ana merasa sangat mudah menerima nasehat tetapi terkadang ana juga merasa susah menerima nasehat. Akan tetapi ana selalu berusaha untuk berprasangka baik kepada Allah. Dan semoga Allah senantiasa membuka hatiku dan saudaraku untuk senantiasa menerima nasehat yang baik.
@Yadhie
Ajaklah mereka Dhie, dengan kelembutan dan kasih sayang. Walau mereka belum tergerak saat ini, insyaAllah mereka akan rindu suatu saat nanti. Dan teruslah berdo’a, semoga do’a tulusmu itu Allah kabulkan. Amin
@Rien
Itulah kekuatan dalam sebuah kegiatan yang namanya dakwah, memantulkan nasihat kembali kepada diri kita sendiri, karna sesungguhnya orang yang paling berhak terhadap nasihat adalah diri kita sendiri, bukan orang lain. Orang lain hanyalah media. Namun ketika saudara kita memperoleh hidayah melalui nasihat atau upaya yang kita lakukan sungguh itu adalah sebaik-baiknya investasi untuk akhirat nanti.
@Mahmudah
Wa’alaikumussalam.
Mengapa kontak batin ibu begitu kuat kepada kita? Itu karena selain kita pernah bersemayam dalam perutnya sebelum kemudian lahir ke dunia, juga karena kita tak pernah luput dari doanya sepanjang waktu.
– Pas benar rumusnya mbak —
@Abu Hasan
Begitulah iman mas, yazid wa yanqush, ada kalanya bertambah ada kalanya berkurang. Namun selalulah kita berdoa agar Ia menetapkan hati kita dalam ketaatan kepadaNya. Amin
ibu…….ibu…..ibu……ibu..adhi kangen sama ibu……
(
Ana sering merasa sebagai orang yang keras kepala, ngeyelan..
Bebal hatikah?
mudah2an kita semua diberi hati yang lembut supaya gak jadi manusia bebal. amiiin…
San, mudah2an kita termasuk orang yang lembut hatinya.Amin…saling menasehati ya san
tulisan yang bagus, n mengusik untuk dipikirkan.. terus salinmhg menasehati lewat tulisan.
assalamu’alaikum…
bang ican, gmn kbre?..
waah ngblog aj nih, kulne dah slesai?…
baca blog ini jd inget ortu drumah…
semangat ya bang, semoga allah selalu memberikan hidayahnya kpd kita untk sllu brda pd jalannya aamin…
mmmmmhhhhh…….
baru baca separo sih….tapi bagus….terus menulis ya…….
assalamua’laikum warahmatullah.
Tulisannya bagus-bagus sekali…
semangat!!! dan terus menulis ya….
Assalamualaikum…
“jangan pernah berhenti untuk saling menasehati!”
Jadi ingat surat al-ashr, agar kita tidak merugi…
Nice post…
jazakallohu khoiro
moga bermanfaat….
Luar biasa adindaku. Salam dari kami sekeluarga…
abng ni abdul azis bang gimana kabarnya beng kirim emial abang ke abu_hudaifah89@yahoo.com
sungguh aku sangat rindu akan nasihat
dan aku berharap abang sehat okk bang
dan aku berdoa semogga abang tetap istiqomah
ya allah engkau yang mempersatukan kami dalam ikatan persaudaraan
semoga kita bisa bertemu lagi
^^__^^
mas, pie dah dpt krj blom?
oy mas, buku antum yang bulugul marom n buku arbain ada d ana, pie ana ngembaliinnya?
mas, pie dah dpt krj blom?
oy mas, buku antum yang bulugul marom n buku arbain ada d ana, pie ana ngembaliinnya?or bukunya buat ana aj hehe… (”,
ditunggu nasehat2 berikutnya…
tes?
peluklah iblis dengan mesra !
mungkin, sudah saatnya bagi rajaiblis untuk unjuk diri ke dunia yang fana ini. terlalu lama manusia bertanya bagaimana wujud rajaiblis yang sesungguhnya. bisa jadi, ada sebagian dari mereka yang mengira bahwa wujud iblis masa kini berbeda dengan wujud …
Siip bagus … saya suka
Nahset … nasehat …. nasehat… = nah jadi sehat!
[...] kembali ke rumah, berkumpul bersama ayah ibu dan adik. Perjalanan kembali yang telah menjadikan tulisan saya yang terakhir dengan tulisan ini jadi jauh secara geografis. Tapi tak mengapa, baik Yogyakarta, Aceh maupun Medan [...]
nasehatilah daku…
hidup harus saling berbagi..
kalo ada yg salah harus d kasih tau dan d pahami..
jgalah sesama saudara mu..
agar dia tidak terjerumus oleh bujuk rayu syaithannnn….
ibu??? i miz u very much…
Dia adalah sumber inspirasi dan semangat Q setiap saat…
Q berjanji untuk membahagiakan beliau…
semoga 4WI merestui dan memudahkan jalan nya….
hingga proses yg ada d depan mata terasa ringan dan pendek…
amin…..
semoga restu dan doa mu selalu menyertai Q my mOm…
nasehat??? manusia sll perlu nasehat… begitu jg aQ…
ao jgn pernah berhenti untuk menasehati Q ya akh dan ukh dmn pun berada….Q hanya manusia yg epnuh dengan khilaf…
Bang Ichsan, blog Anda terpilih dalam http://muhshodiq.wordpress.com/2007/12/31/inilah-tujuh-top-indonesian-spiritual-blogs-2007/
Selamat!
Subhanallah…
jika alqur’an hanya terdiri dari surat Al-Ashr saja niscaya itu sudah cukup….
dengan content yang bagus dan diksi yang arif dan teduh , membuat tulisan2 antum begitu merasuk ke dalam qolbu…
thanks brother…
keep cool en movin!!!!
real spiritual blog bro…
nice en cool blog….
Wassalamu’alaikum kang ichsan…