Medan 24 Oktober
Oktober 24, 2007 oleh ichsanmufti
Saya menuliskan ini pada sebuah awal malam. Hawa panas yang tadinya bersemayam di tembok-tembok rumah kami kini hilang bersama air hujan diserap bumi, srrrrp….. Ya, hari ini rabu yang panas menyengat sekaligus malam kamis yang dingin.
Namun rumah kami tetap seperti biasa. Hangat oleh cinta.
Lama saya tak menulis. Lama sekaligus jauh tepatnya. Lama, tentu saja Tuan dan Puan sekalian paham apa maksud saya. Jauh, karena saya telah kembali ke rumah, berkumpul bersama ayah ibu dan adik. Perjalanan kembali yang telah menjadikan tulisan saya yang terakhir dengan tulisan ini jadi jauh secara geografis. Tapi tak mengapa, baik Yogyakarta, Aceh maupun Medan Sumatera Utara dan seluruh tempat di dunia pasti sisakan ruang perenungan untuk kita.
Semua kita perlu sesekali merenung. Merenung bukan berarti melamun. Karena ternyata bilik hati kita punya dawai. Bentuknya lebih halus dari serat-serat sutera. Dawai yang mampu berbunyi dan berkata-kata dengan bahasa yang hanya dipahami oleh nurani kita sendiri.
Dawai itu dapat tergetar dengan lembutnya; oleh pandangan, sentuhan, suara dan suasana. Namun ada kalanya dawai itu diam tak mau hasilkan nada; karena dosa, dendam, benci dan lainnya. Maka tahan diri kita dari dosa, maafkanlah, sayangilah dan berbuat baiklah kepada manusia. Karena jika telah demikian
Di mana pun kita berada
Bagaimana pun keadaannya
Kita mampu ciptakan “surga”
Dalam diri kita……
Dalam hati kita sendiri
Terima Kasih








Maaf ya Tuan dan Puan sekalian. Lama tak menulis, jadi singkat saja tulisan saya kali ini.
Semoga bermanfaat.
Tulisanmu makin lama makin bagus San,
apa kabar?, maap lahir dan batin ya!
salam buat keluarga mu disana!
WASS,
Andrei
He…biar singkat, padat tapi jelas mengena…Syukron ya Tausyahnya…pa kabar pak? semoga selalu sehat wal ‘afiah dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin
Ooo iyaa…sering2 nulis aja san ya!
@Andrei
Alhamdulillah baek. Gimana Jogja, masih nyaman? Oya, pakabar bukumu, kapan selese? tak tunggu lho
@Adhi
Ck ck ck ck ck
@Jati
Amin… Makasih doanya buk. Doain juga supaya mudah rejeki dan segera dapet jodoh.
Walau singkat, kulitasnya meningkat. Salut!
Setelah lama ditunggu2, akhirnya keluar juga edisi terbaru dari Isan
…Hmmmm jadi kangen sama Medan
merenung?? hmm kalimat yang sangat kontemplatif… sesuai dengna tulisan-tulisan sampean.. saya undang jug auntuk merenungi kondisi msayarakat kita dewasa ini dan mohon masukannya..
Assalamu’alaikum
akh…
ana salut sama antum..
ana ingin kelak kemampuan menulis ana menandingi antum…
untuk itu emang perlu banyak merenung dulu nih…
wassalamu’alaikum
assalamu’alaikum,
mas, antum sekarang di medan ya? kapan2 kita makan bareng di warungnya bu supi lagi ya sambil ngomongin wordpress hehehe….. oh iya, sekarang ana dah bisa bikin blog di wordpress mas, syukron masukannya.
wassalamu’alaikum
kakak…
aku balik lagi ni
akhi, tulisannya dalemmmm banget
apa kabar medan sekarang ?
semoga tetep hangat oleh cinta…
Haluuu! Jogja tiap hari ujan, cucian numpuk, gak kering2. tapi justru suasana dingin seperti ini yang aku suka, buat nulis, biar cepet rampung novelnya, dan jadi kaya, dapet istri cantik nan soleha dan mati masuk surga. Amiiin! :p
keep creative my Bro!
duh, lama banget saya gak ke sini. apa kabar, mas?
Salam Kenal
Tulisan Anda bagus sekali.