Rumput Tetangga Jauh Lebih Hijau
Nopember 14, 2007 oleh ichsanmufti
Rumput tetangga jauh lebih hijau. Mungkin pepatah ini pernah menghinggapi benak seluruh manusia sejagat raya. Tak peduli di tingkatan sosial mana ia berada. Selalu saja kita mendengar adanya keluhan di sisi kekaguman.
Mungkin sering Anda mendengar keluhan seorang sahabat- sebut saja si Fulan- yang katakan dirinya memiliki begitu banyak kekurangan. Ia ingin bisa sempurna, ia ingin tak kurang suatu apa. Padahal Anda juga pernah mendengar sahabat Anda lainnya yang tampan itu - si ‘Allan- ingin bisa hidup nyaman seperti si Fulan. “Duh alangkah bersyukurnya aku jika bisa hidup enak seperti si Fulan itu. Mau apa juga tinggal beli”. Katanya.
Dalam hati Anda mungkin mendumel: “Duh… Kalian ini kenapa?! Tidak pernah mau mensyukuri kenikmatan hidup yang Allah berikan kepada kalian. Lihat diriku! Sudah jelek, ga ada yang mau, miskin pula. :(
Tuan dan Puan sekalian yang saya muliakan. Sesungguhnya ketika itulah sebuah kesempurnaan hidup, kenyamanan, ketampanan, kekayaan dan sebagainya menemui maknanya yang relatif. Kita mungkin pernah mempunyai gambaran tentang bagaimana hidup yang sempurna. Namun ketika gambaran tersebut telah tercapai kita ingin sesuatu yang lebih sempurna lagi. Begitulah manusia, jika diberi segunung emas ia akan meminta segunung lagi. Teruuuus seperti itu sampai tanah kuburan memenuhi mulutnya.
Kita sering sekali mengeluh karena seperti- sepertinya hidup kita ini dipenuhi dengan masalah. Seakan kita orang yang paling sengsara di dunia. Ketika ditimpa suatu musibah kita merasa seakan kitalah yang paling naas nasibnya, celaka dua belas.
Kita juga sering mengeluh karena kekurangan harta. Seakan berjuta rupiah yang Allah berikan setiap bulannya tiada berarti apa. Kalau sudah begini, masalahnya bukan terletak pada musibah atau banyaknya harta itu sendiri. Tapi pada bagaimana cara kita menyikapi, bagaimana kita mensyukuri.
Padahal di sisi kehidupan yang lain kita melihat jutaan orang yang tengah sengsara; siang –malam teraniaya, disiksa, dibunuh sanak saudaranya, dirampas hak-haknya, hingga diinjak harga dirinya sebagai manusia. Di sisi lain dunia juga ada berjuta gelandangan, pengemis jalanan, mereka yang tidur di kolong jembatan, para kaum miskin-papa. Tiada punya suatu apa menurut ukuran kita.
Namun, di antara mereka ada yang masih bisa tersenyum tulus dan ucapkan “Alhamdulillah”. Mereka masih punya s-y-u-k-u-r dalam hatinya.
Lalu, mengapa kita tidak?!
Lihatlah mereka yang “di bawah” niscaya kita akan bersyukur…. Dan setelah syukur itu kita dapat, bahagiakanlah mereka itu, yang telah membantu kita memperoleh perasaan yang telah menjadikan jiwa kita kaya raya. ![]()








Baca tulisan antum diatas ana jadi ingat sabda Rasulullah (artinya): ” Pandanglah orang yang ada di bawah kalian dan jangan memandang orang yang diatas kalian, karena sesungguhnya hal itu lebih mendorong kalian untuk tidak meremehkan nikmat Allah ” (HR. Muslim)…..Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari hati yang tidak pernah merasa puas akan dunia.
Jazakumullah khaera Ya Aba Hasan..
Betul sekali, memang Hadis tersebutlah yang menginspirasi saya untuk menulis hal ini. Terlebih ketika akhir2 ini banyak orang sekitar saya yang sedang gemar2nya menceritakan keluhan hidupnya kepada saya. Padahal jika saya perhatikan mereka adalah orang-orang yang telah Allah berikan begitu banyak kenikmatan.
Ya, saya akui kadang kala saya juga demikian. Namun, semoga saja tulisan ini bermanfaat, terutama bagi dari saya sendiri, untuk dapat lebih ahli dalam bersyukur dan berusaha dibanding hanya sekedar mengeluh namun tiada berbuat.
Barakallahu fik
amin…..moga kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikaNYA..
Sebagaimana firman ALLAH :
“jikalau kamu bersyukur atas nikmatNYA,maka ALLAH akan menambahkannya dan apabila kamu kufur akan nikmatNYA,sesungguhnya azabku sangat pedih”
yaa..kurang lebih begitu,maap bila ada yang salah..
hhhhmmmm……..kayaknya antum memeng slalu tepat klo ngluarin artikel…..momennya slalu pas……,oh ya klo menelaah hadist Muslim yang d tulis Abu Hasan…..memang benar,kita semua terlalu sering melihat orang d atas kita yang lebih baik sehingga kita lupa dan meremehkan nikmat yang telah Allah berikan pada qt…….,seandainya manusia mau melihat sejenak orang yang d bawah kita dan tidak terus menerus melihat orang yang diatas qt….tentu orang tersebut aq lebih sering tersenyum,bersyukur,dan hatinyapun akan slalu tenang…seperti padang rumput hijau yang segar dan menyejukkan mata….:))
subhanallah, artikelnya sangat menyejukkan hati, mas ihsan
ada yang ingin saya utarakan, pernyataan antum bahwa akhir2 ini banyak orang di sekitar antum mengeluhkan hidupnya dan menceritakannya kepada antum, sama juga seperti saya. teman ana fulan kelihatan menderita, menceritakan bagaimana kehidupannya yang susah baik masalah dengan keluarganya maupun masa depannya.
saya ingin mendengarkan nasihat antum mengenai teman saya ini setidaknya bagaimana cara menghiburnya agar dia tenggelam dalam kesedihan….
jazakallah khair
menentramkan hati…
Assalamu’alaykum, lama sy tak mampir ni, stlh baca, bikin sy tersenyum, terasa ringan, Alhamdulillah, jazakallah khayran katsiran akh…, namanya jg manusia terkadang ketika ujian/masalah menerpa membuat jiwa kita lemah, iman kita menurun sesaat, pikiran jg stuck sesaat & si qorim menang. tp skrg kalah dia(qorimku),he..he..he..
Semua yg ada dilangit dan dibumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dlm kesibukkan. Maka ni’mat Tuhan kamu yg manakah yg kamu dustakan? (QS Ar Rahmaan: 29-30)
Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula). Maka ni’mat Tuhan kamu yg manakah yg kamu dustakan? (QS Ar Rahmaan: 60-61)
makasih buat nasehatnya ……aq lagi butuh nasehat.Kirimin dunk ke emailku.
“Ya Allah berilah kami pertolongan untuk senantiasa mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu, dan beribadah dengan baik pada-Mu”
” Manusia adalah magnet, dan setiap detail peristiwa yang dialaminya datang atas daya-tarik(undangan)nya sendiri” Alizabeth Towne, 1906
Mengapa orang yang selalu merasa sial (sering mengumpat) justru sering mengalami kesialan, sementara orang yang selalu merasa beruntung dan menikmatinya (bersyukur) akan sering mengalami keberuntungan. Oleh karena Hukum Tarik Menarik ini juga berlaku bagi pikiran dan perasaan kita, bahkan dengan kapasitas yang sebenarnya lebih dahsyat, dapat dikatakan bahwa ” Kita sebenarnya ikut menciptakan kenyataan hidup kita sendiri, apapun kenyataan yang terjadi”
So..Ikhlas yuk ^_^
” Manusia adalah magnet, dan setiap detail peristiwa yang dialaminya datang atas daya-tarik(undangan)nya sendiri” E*lizabeth Towne, 1906
barokallahu fihi ya akh ichsan…
insyaAllah bermanfaat artikelnya…
Itulah sempurnanya menjadi manusia.
Tapi, tetangga saya nggak punya rumput :))
Gapapa deh rumput tetangga lebih hijau,
lebih enak rumah saya ada pohon jambunya walau tanahnya gak berumput. :))
saya copy di blog saya ya…
artikelnya keren, gw jadi bisa lebih mensyukuri sesuatu yang udah gw raih dan capai.
asslmlkm ….. kita harus keren dihadapan 1.Allah 2.Rosul 3.malaikat jangan cuma dihadapan manusia yg selalu menyimpan hitam putih lingkarannya….. jazakumullah
“selamat jadi orang kerenz….” wassalam
Setuju
Istri tetangga juga kelihatan lebih hijau dari istri sendiri …
@ ario
parah itu mah…. jangan sampe mas.
—
Haryo Prabowo
San, kok gak ngepost2 lagi nih?

apa kabar ustad? hehehe
blog ku masih yg dulu2 kok sodara ku
btw, gimana novel mu? novelku dah masuk bab akhir nih
bikin Kaleidoskop-Blog™ yuk… Liat contohnya di
http://alief.wordpress.com/
jadi pepatahnya diganti
gimana mas, ini anton. murid dauroh, hehe.
salam sejahtera untuk anda semua
daripada memikirkan cantiknya istri tetangga lebih baik percantik istri sendiri
ya gak
tapi kurang detail pembahasannya
tolong dijelaskan secara detail aja
seperti untuk kehidupan untuk anak sekolah, kuliah
suuuejuk……mak nyeeeessssss………
mengingatkan dan mencerahkan…
kesedihan hanya didapat bgi orang yg tdk brsukur. jadi, ngnila org itu gampang sekali. liat ajah, kalo dia slalu sdih(melankolis), ia adlh org yg tdk brsukr. sö.-keep your smile- wass. ifonx smansaciamis
mantap!!! emang hidup di dunia ni kagak ada cukupnya..lihat aja tuh wakil-wakil rakyat kita…hehehehe